Belajar Sejarah ke Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang

Waktu begitu cepat berlalu, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh siswa siswi kelas II, dan III SD Saint Caroline tiba juga. Pada tanggal 12 Desember 2019 siswa-siswi kecil ini pun dengan riang berangkat menuju ke Kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat yang kaya akan sejarah.

Destinasi pertama yang dikunjungi oleh peserta didik kelas II dan III adalah Museum Fatahillah yang sangat populer di kalangan para wisatawan. Pada masa penjajahan Belanda, gedung ini difungsikan sebagai balai kota yang pada waktu itu dikenal dengan nama Stadhuis yang pernah juga difungsikan sebagai pengadilan, kantor catatan sipil, tempat ibadah Minggu, dan tempat Dewan Kotapraja yang kemudian dikembalikan secara resmi ke pemda DKI pada tahun 1968 dan kemudian diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Gubernur Ali Sadikin.
Museum Sejarah Jakarta menyimpan sekitar 23.500 koleksi barang bersejarah berupa benda asli maupun hanya replika. Di museum ini, peserta didik SD kelas II dan III melihat beberapa rekoleksi seperti peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Kota Jakarta, furniture-furniture antik, koleksi keramik, gerabah, prasasti, dan deretan benda bersejarah lainnya.

Selain itu, di dalam Museum Sejarah Jakarta terdapat penjara bawah tanah yang menjadi saksi bisu penderitaan dari para tawanan yang kondisinya sangat menyedihkan.

Destinasi kedua yang dikunjungi oleh Peserta Didik adalah Museum Wayang yang letaknya tidak terlalu jauh dari Museum Sejarah Jakarta. Pada awalnya bangunan ini adalah Gereja Lama Belanda yang hancur akibat gempa bumi pada tahun 1808. Di atas tanah bekas reruntuhan inilah dibangun gedung museum wayang dan diresmikan pada tanggal 13 Agustus 1975.

Peserta didik berkesempatan melihat koleksi museum wayang yang terdiri dari lebih dari 4000 buah wayang yang terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber, dan gamelan . Umumnya boneka yang dikoleksi di museum ini adalah boneka-boneka yang berasal dari Eropa, Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India dan Kolombia